<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Budaya &#8211; Life Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://life.cilacap.info/tag/budaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://life.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Jun 2022 13:07:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/life/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Budaya &#8211; Life Cilacap.info</title>
<link>https://life.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Lifestyle</description>
</image>
	<item>
		<title>Wadah Bambu, Cara Menghidupkan Budaya Lama dan Memulihkan Perekonomian para Pengrajin Bambu</title>
		<link>https://life.cilacap.info/ci-32062/wadah-bambu-cara-menghidupkan-budaya-lama-dan-memulihkan-perekonomian-para-pengrajin-bambu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2020 19:38:34 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Wanareja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://life.cilacap.info/ci-32062/wadah-bambu-cara-menghidupkan-budaya-lama-dan-memulihkan-perekonomian-para-pengrajin-bambu</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Life Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Bulan Syura oleh masyarakat seperti di pulau jawa dianggap bulan yang sakral atau keramat. Pada bulan ini, banyak kelompok adat yang menggelar prosesi, seperti di Cilacap misalnya, ada tradisi sedekah laut.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://life.cilacap.info" aria-label="Life Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Bulan Syura oleh masyarakat seperti di pulau jawa dianggap bulan yang sakral atau keramat. Pada bulan ini, banyak kelompok adat yang menggelar prosesi, seperti di Cilacap misalnya, ada tradisi sedekah laut.</p>
<p>Akan tetapi tak banyak orang yang tahu, bahwa di satu Kabupaten di jawa tengah (jateng) saja, seperti di cilacap ini terdapat banyak prosesi syuroan.</p>
<p>Di Dayeuhluhur ada prosesi yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat yang merupakan keturunan Panjalu Ciamis.</p>
<p>Begitu juga di Dusun Cigintung, Desa Adimulya, Kecamatan Wanareja, yang masih merawat tradisi nenek moyang.</p>
<p>Cara unik dalam prosesi tersebut perlu dipelajari dan dicermati, bahwa banyak hal yang terkandung dan Bahkan dapat mengedukasi.</p>
<p>Daldiri, berikut nama seseorang yang menurut masyarakat sekitar adalah Kiai. Bahwasanya ialah penggerak daripada budaya yang sudah ada dan akan terus dihidupkan.</p>
<p>Era modernisasi mengubah tatanan kehidupan masyarakat begitu juga peralatan, yang semula sesuatunya terbuat dari bahan alamiyah kemudian menjadi plastik.</p>
<p>Hal inilah yang menjadi motivasi Daldiri untuk menghidupkan tradisi atau laku lampuh para leluhur dan akan terus dilestarikan dengan tidak menabrak rambu-rambu keagamaan.</p>
<p>Daldiri menceritakan, tersimpan pesan tersirat, yakni edukasi dan ekonomi.</p>
<p>Edukasi yang dimaksud yakni, bagaimana cara masyarakat agar dapat melestarikan alam dengan memanfaatkannya.</p>
<p>Selain daripada itu, diketahui bahwa bahan plastik akan mudah membuat lingkungan tercemar, pasalnya plastik tidak dapat terurai. Sedangkan bahan alami dapat terurai dan mengurangi pencemaran lingkungan.</p>
<p>Sedangkan dalam Ekonomi, yakni memanfaatkan alam yang ada. Hal ini dapat membantu memulihkan apa yang dilakukan pengrajin bambu, agar dapat penghasilan dari aktivitasnya itu.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/IMG-20200911-WA0002.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1040"
				height="480">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Tradisi Bobok Bumbung di Wanareja]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/IMG-20200911-WA0002-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Tradisi Bobok Bumbung di Wanareja]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Di Dayeuhluhur Ujung Kulon Cilacap ada Hutan Larangan</title>
		<link>https://life.cilacap.info/ci-19277/di-dayeuhluhur-ujung-kulon-cilacap-ada-hutan-larangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Nov 2019 13:25:04 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://life.cilacap.info/ci-19277/di-dayeuhluhur-ujung-kulon-cilacap-ada-hutan-larangan</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Life Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; di ujung kulon (barat) Kabupaten Cilacap terdapat kawasan hutan konservasi habibat satwa liar bernama hutan larangan. Hutan ini terletak di Desa Hanum Kecamatan Dayeuhluhur, atau di wilayah Cibeet.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://life.cilacap.info" aria-label="Life Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; di ujung kulon (barat) Kabupaten Cilacap terdapat kawasan hutan konservasi habibat satwa liar bernama hutan larangan. Hutan ini terletak di Desa Hanum Kecamatan Dayeuhluhur, atau di wilayah Cibeet.</p>
<p>Kecamatan Dayeuhluhur ini keseluruhan masyarakatnya berbahasa sunda halus seperti di Ciamis. Areanya pun berbatasan dengan Kota Banjar dan Ciamis Jawa Barat di sebelah baratnya, sedangkan utaranya memasuki daerah Brebes.</p>
<p>Seperti halnya orang pasundan di jawa barat, di dayeuhluhur juga dalam hal keseniannya mirip di jawa barat. Seperti tari-tarian ronggeng, namun juga ada tarian berkolaborasi antara kesenian Sunda dan Banyumasan.</p>
<p>Ada banyak Komunitas Suku atau Adat di dayeuhluhur ini, seperti di desa Cijeruk ada komunitas adat bernama Tejakembang dll. Kecamatan adat Dayeuhlur ini memang kaya akan adat, budaya dan tradisi, selain itu banyak juga situs-situs kuno peninggalan pra sejarah.</p>
<h2>Kawasan Hutan Larangan di Dayeuhluhur Cilacap</h2>
<p>Layaknya Hutan Lindung, hutan ini selain dikeramatkan juga begitu indah dimana banyak pepohonan dan bunga-bunga liar yang tumbuh subur. Tak ayal jika hutan ini juga dihuni oleh satwa-satwa.</p>
<p>Kawasan Hutan Larangan tersebut menampung berbagai satwa langka seperti Rusa dan Macan Tutul serta aneka burung-burung dan juga terdapat monyet.</p>
<p>Hutan ini oleh masyarakat dayeuhluhur disakralkan dan dikeramatkan, memasuki area ini pantangan untuk meludah dan berlaku tidak sopan. Pasalnya di hutan larangan ini sudah banyak orang yang tersesat, apalagi orang yang berasal dari jauh.</p>
<p>Dari hutan larangan ini muncul sumber air yang airnya mengaliri beberapa sungai seperti Sungai Cibeet, Cikawalon dan Cidayeuh.</p>
<p>Di Cibeet Hanum memiliki seorang Juru kunci bernama Ceceng Rusmana.</p>
<h2>Tradisi Adat di Cibeet Hanum Dayeuhluhur</h2>
<p>Tak jauh dari tepi sungai Cibeet ini, di sana terdapat sejumlah makam-makam para tokoh atau sesepuh tradisional.</p>
<p>Beberapa di antaranya yaitu, Arya Sacanata atau Pangeran Salingsingan dimana makamnya terletak di Dusun Nombo, Desa Bingkeng.</p>
<p>Makam ini kerap diziarahi oleh komunitas adat yang mempunyai trah dari kerajaan Panjalu Ciamis. Sedangkan area sungainya disakralkan dan dianggap suci sehingga menjadi satu titik atau lokasi pengambilan air suci.</p>
<p>Pengambilan Air suci tersebut yakni suatu kegiatan rutinan setiap tahunnya yang dilakukan oleh komunitas adat panjalu. Yakni untuk mencuci Pusaka Panjalu atau disebut Ritual Nyangku yang digelar pada bulan suro.</p>
<p>Makam Keramat di Tejakembang Desa Cijeruk, pusara seorang pahlawan yang berasal dari Cianjur keturunan Panjalu Ciamis bernama Raden Haji Alit Prawatasari.</p>
<p>Tradisi budaya lainnya yakni &#8220;Babarit kupat&#8221; (&#8220;sedekah ketupat&#8221;) atau &#8220;babaritan&#8221;. Acara ini merupakan ritual tahunan adat Suku Sunda, dimana ritual atau acara tersebut dilaksanakan setiap tahun jelang awal bulan maulud. Yakni dilaksanakan pada hari, bulan, dan tempat yang sama.</p>
<p>Acara Sidekah Ketupat terbagi dua wilayah, untuk daerah Desa Cijeruk, acara dipusatkan di jembatan Sungai Cibeet. Sedangkan di Desa Kutaagung dilaksanakan di tapak batas desa dan di Desa Panulisan Barat di Sumanding Dusun Pendey.</p>
<p>Acara Sidekah Kupat tersebut merupakan bentuk syukur atas kesejahteraan desa atas kecukupan berupa makanan dan minuman. Selain itu guna memohon agar terbebas dari segala jenis bencana seperti gempa bumi, wabah penyakit, banjir, dan angin topan.</p>
<p>Hampir seluruh warga desa di Kecamatan Dayeuhluhur melaksanakan tradisi ini, dimana warga akan datang berduyun-duyun membawa makanan dalam bentuk ketupat. Kemudian ketupat itu digantungkan ke tiang yang sudah dipersiapkan oleh Kokolot Lembur (sesepuh kampung).</p>
<p>Dalam pelaksanaan ritual tersebut kokolot lembur bertugas memimpin ritual dan berdoa mohon keselamatan dan keberkahan. Doa dan keselamatan tidak hanya untuk semua warga desa setempat tapi juga untuk bangsa ini, negara Indonesia. </p>
<p>Setelah ritual doa selesai, ketupat yang digantungkan itu diambil dan dimakan di tempat bersama-sama. Hal itu seperti halnya lebaran hari raya dimana masyarakat bertemu, penuh guyub rukun, sedang sebagian ketupat lagi dibagikan ke masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/Hutan-Larangan-di-Cibeet-Dayeuhluhur-Cilacap.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Hutan Larangan di Cibeet Dayeuhluhur Cilacap]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/Hutan-Larangan-di-Cibeet-Dayeuhluhur-Cilacap-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Hutan Larangan di Cibeet Dayeuhluhur Cilacap]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Adat Panjalu Ciamis Melakukan Pengambilan Air Suci</title>
		<link>https://life.cilacap.info/ci-18020/masyarakat-adat-panjalu-ciamis-melakukan-pengambilan-air-suci</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Sep 2019 08:02:05 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://life.cilacap.info/ci-18020/masyarakat-adat-panjalu-ciamis-melakukan-pengambilan-air-suci</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Life Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Masyarakat Adat Panjalu Ciamis Melakukan Pengambilan Air Suci di Sungai Cibeet aria Salingsingan Bingkeng sebagai pembersihan pusaka.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://life.cilacap.info" aria-label="Life Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Masyarakat Adat Panjalu Ciamis Melakukan Pengambilan Air Suci di Sungai Cibeet aria Salingsingan Bingkeng sebagai pembersihan pusaka.</p>
<p>Acara yang digelar rutinan dalam satu tahun sekali itu dinamakan Acara &#8220;Nyangu Bersih Pusaka Masyarakat Adat Panjalu Ciamis&#8221;.</p>
<p>Lokasi sungai yang digunakan untuk pengambilan air suci itu adalah Sungai Cibeet Aria Salingsingan Bingkeng Dayeuhluhur Cilacap.</p>
<p>Namun sebenernya masih ada 19 lokasi pengambilan air suci lagi, jadi total 20 air suci yang diambil dari 20 lokasi.</p>
<p>Air suci yang diambil dari tempat atau sungai keramat itu akan digabungkan menjadi satu dalam wadah. Nantinya air tersebut digunakan untuk membersihkan benda pusaka. Mereka juga mengunjungi Gunung Hanum Dayeuhluhur.</p>
<p>Para peserta komunitas adat itu terlihat menggunakan pakaian serba hitam-hitam dan juga udeng-udeng. Tampak kaum wanita juga turut serta dalam agenda tersebut.</p>
<p>Ritual adat yang dilaksanakan dalam 1 tahun sekali itu juga dilakukan untuk acara pada bulan Maulid.</p>
<p>Kalender bulan Maulid dalam islam yakni bertepatan dengan Rabi&#8217;ul Awal. Dalam kalender nasional pada tahun 2019 ini jatuh pada akhir bulan Oktober dan sampai November.</p>
<p>Air tersebut, nanti jika usai digunakan untuk pembersihan pusaka, akan dibagikan untuk menjadi air berkah. Masyarakat di Dayeuhluhur menggelar acara itu karena masih ada darah leluhur Panjalu (Kawali) Ciamis). Khusunya di wilayah dekat sungai Cibeet Aria Salingsingan Bingkeng Dayeuhluhur.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/alam-dayeuhluhur-cilacap.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="393">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[alam dayeuhluhur cilacap]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/alam-dayeuhluhur-cilacap-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[alam dayeuhluhur cilacap]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Sedekah Laut Berubah Nama tapi Prosesi Sama</title>
		<link>https://life.cilacap.info/ci-17205/sedekah-laut-berubah-nama-tapi-prosesi-sama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jurnalisme Warga]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Aug 2019 05:44:56 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://life.cilacap.info/ci-17205/sedekah-laut-berubah-nama-tapi-prosesi-sama</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Life Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Prosesi adat tahunan masyarakat di pesisir pantai Cilacap yang sering disebut Sedekah Laut akan diganti. Hal itu di karenakan pada tahun 2018 kemarin terjadi kontroversi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://life.cilacap.info" aria-label="Life Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Prosesi adat tahunan masyarakat di pesisir pantai Cilacap yang sering disebut Sedekah Laut akan diganti. Hal itu di karenakan pada tahun 2018 kemarin terjadi kontroversi.</p>
<p>Diketahui, pada tahun 2018 kemarin, media sosial terutama facebook dibanjari sebuah status yang menyatakan bahwa Sedekah Laut Sesat. Status tersebut Bahkan dibagikan oleh ribuan orang.</p>
<p>Status yang diunggah tersebut, disadur dari website islam yang memang tidak menyukai adat dan budaya.</p>
<p>Usai viral nya status tersebut, spanduk dan larangan sedekah laut bertebaran di jalan-jalan Cilacap. Sehingga dari Pemkab mengganti nama dari Tradisi Tahunan masyarakat pesisir Cilacap di Bulan Suro.</p>
<p>Kegiatan yang pada tahun-tahun sebelumnya Berpusat di Pendopo Kabupaten Cilacap, kali ini akan berpindah dan bertempat di Eks Batalyon Cilacap.</p>
<p>Meski berpindah tempat dan berganti nama menjadi &#8216;acara festival nelayan&#8217;, namun prosesi tidak ada yang berubah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Keguyuban Warga Karangjengkol Kesugihan Cilacap buat Kades Menangis</title>
		<link>https://life.cilacap.info/ci-15825/keguyuban-warga-karangjengkol-kesugihan-cilacap-buat-kades-menangis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jul 2019 13:37:26 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Kesugihan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://life.cilacap.info/ci-15825/keguyuban-warga-karangjengkol-kesugihan-cilacap-buat-kades-menangis</guid>

					<description><![CDATA[Kesugihan,  aria-label="Life Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Ribuan warga di Desa Karangjengkol, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah berantusias mengikuti dan menghadiri acara tasyakuran bumi. Jum&#8217;at (12/7/2019).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kesugihan, <a href="https://life.cilacap.info" aria-label="Life Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Ribuan warga di Desa Karangjengkol, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah berantusias mengikuti dan menghadiri acara tasyakuran bumi. Jum&#8217;at (12/7/2019).</p>
<p>Acara yang diselenggarakan pada pukul 16.00 Wib barat itu dihadiri oleh Mahir Raharjo selaku kepala desa Karangjengkol dan juga 3 mantan Kades setempat. Yakni Bapak H. Jumono, Bapak Ahad Mashudin serta Bapak Maryoto.</p>
<p>Kegiatan Tasyukaran Bumi ini merupakan kegiatan atau acara rutinan setiap tahunnya yang diadakan oleh masyarakat atau warga Karangjengkol, Kecamatan Kesugihan.</p>
<p>Kepala Desa Karangjengkol Mahir Mugiarto dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya. Pasalnya dari kegiatan tasyukaran bumi yang diikuti ribuan warga tersebut menjadikan warganya terlihat Guyub Rukun.</p>
<p>&#8220;Saya merasa bangga dan teramat senang dengan keguyuban warga di sini,&#8221; Ungkap Kades sembari meneteskan air mata karena rasa haru.</p>
<p>Terdengar pada jum&#8217;at sore hari tadi, lantunan ayat-ayat Al Qur&#8217;an berkumandang di Desa setempat dan ribuan warga tampak mendengarkannya. Acara ini dilanjut pada malam hari dengan pagelaran wayang kulit yang akan dibawakan oleh dalang dari kebumen Ki Eko Suwaryo.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Gempa dan Kemunculan Ubur-ubur di perairan Selatan Jawa dan DIY</title>
		<link>https://life.cilacap.info/ci-13922/gempa-dan-kemunculan-ubur-ubur-di-perairan-selatan-jawa-dan-diy</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jun 2019 12:09:26 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://life.cilacap.info/ci-13922/gempa-dan-kemunculan-ubur-ubur-di-perairan-selatan-jawa-dan-diy</guid>

					<description><![CDATA[Masyarakat jawa masih kental dengan hal yang masih bersifat wingit. Adanya fenemona Alam yang terjadi dari gempa dan gelombang tinggi dikaitkan dengan kemunculan Ubur-Ubur (Jawa, red! Krawe).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Masyarakat jawa masih kental dengan hal yang masih bersifat wingit. Adanya fenemona Alam yang terjadi dari gempa dan gelombang tinggi dikaitkan dengan kemunculan Ubur-Ubur (Jawa, red! Krawe).</p>
<p>Diketahui, sejak H+1 Lebaran Idul Fitri Pantai di Cilacap, Kebuman dan Jogja digegerkan dengan kemunculan Ubur-ubur. Bahkan dari para wisatawan yang berlibur ke pantai dan mandi di pinggiran (pesisir) laut, korban berjatuhan akibat tersengat Krawe atau Ubur-ubur</p>
<p>Namun bukannya hendak membantah yang berkaitan dengan apa yang dipercaya oleh masyarakat bahwa kemunculan hewan yang seperti gel itu pertanda bencana. Justru hal ini adalah keunikan.</p>
<p>Indonesia sendiri adalah negara yang punya historis kebudayaan dan tradisi. Bagaimana seorang bisa menyikapi hal ini dengan bijak, tidak menyirikan apalagi menyesatkan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
