<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Dayeuhluhur &#8211; Life Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://life.cilacap.info/tag/dayeuhluhur/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://life.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Jun 2022 13:07:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/life/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Dayeuhluhur &#8211; Life Cilacap.info</title>
<link>https://life.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Lifestyle</description>
</image>
	<item>
		<title>Di Dayeuhluhur Ujung Kulon Cilacap ada Hutan Larangan</title>
		<link>https://life.cilacap.info/ci-19277/di-dayeuhluhur-ujung-kulon-cilacap-ada-hutan-larangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Nov 2019 13:25:04 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://life.cilacap.info/ci-19277/di-dayeuhluhur-ujung-kulon-cilacap-ada-hutan-larangan</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; di ujung kulon (barat) Kabupaten Cilacap terdapat kawasan hutan konservasi habibat satwa liar bernama hutan larangan. Hutan ini terletak di Desa Hanum Kecamatan Dayeuhluhur, atau di wilayah Cibeet.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://life.cilacap.info" aria-label="Life Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; di ujung kulon (barat) Kabupaten Cilacap terdapat kawasan hutan konservasi habibat satwa liar bernama hutan larangan. Hutan ini terletak di Desa Hanum Kecamatan Dayeuhluhur, atau di wilayah Cibeet.</p>
<p>Kecamatan Dayeuhluhur ini keseluruhan masyarakatnya berbahasa sunda halus seperti di Ciamis. Areanya pun berbatasan dengan Kota Banjar dan Ciamis Jawa Barat di sebelah baratnya, sedangkan utaranya memasuki daerah Brebes.</p>
<p>Seperti halnya orang pasundan di jawa barat, di dayeuhluhur juga dalam hal keseniannya mirip di jawa barat. Seperti tari-tarian ronggeng, namun juga ada tarian berkolaborasi antara kesenian Sunda dan Banyumasan.</p>
<p>Ada banyak Komunitas Suku atau Adat di dayeuhluhur ini, seperti di desa Cijeruk ada komunitas adat bernama Tejakembang dll. Kecamatan adat Dayeuhlur ini memang kaya akan adat, budaya dan tradisi, selain itu banyak juga situs-situs kuno peninggalan pra sejarah.</p>
<h2>Kawasan Hutan Larangan di Dayeuhluhur Cilacap</h2>
<p>Layaknya Hutan Lindung, hutan ini selain dikeramatkan juga begitu indah dimana banyak pepohonan dan bunga-bunga liar yang tumbuh subur. Tak ayal jika hutan ini juga dihuni oleh satwa-satwa.</p>
<p>Kawasan Hutan Larangan tersebut menampung berbagai satwa langka seperti Rusa dan Macan Tutul serta aneka burung-burung dan juga terdapat monyet.</p>
<p>Hutan ini oleh masyarakat dayeuhluhur disakralkan dan dikeramatkan, memasuki area ini pantangan untuk meludah dan berlaku tidak sopan. Pasalnya di hutan larangan ini sudah banyak orang yang tersesat, apalagi orang yang berasal dari jauh.</p>
<p>Dari hutan larangan ini muncul sumber air yang airnya mengaliri beberapa sungai seperti Sungai Cibeet, Cikawalon dan Cidayeuh.</p>
<p>Di Cibeet Hanum memiliki seorang Juru kunci bernama Ceceng Rusmana.</p>
<h2>Tradisi Adat di Cibeet Hanum Dayeuhluhur</h2>
<p>Tak jauh dari tepi sungai Cibeet ini, di sana terdapat sejumlah makam-makam para tokoh atau sesepuh tradisional.</p>
<p>Beberapa di antaranya yaitu, Arya Sacanata atau Pangeran Salingsingan dimana makamnya terletak di Dusun Nombo, Desa Bingkeng.</p>
<p>Makam ini kerap diziarahi oleh komunitas adat yang mempunyai trah dari kerajaan Panjalu Ciamis. Sedangkan area sungainya disakralkan dan dianggap suci sehingga menjadi satu titik atau lokasi pengambilan air suci.</p>
<p>Pengambilan Air suci tersebut yakni suatu kegiatan rutinan setiap tahunnya yang dilakukan oleh komunitas adat panjalu. Yakni untuk mencuci Pusaka Panjalu atau disebut Ritual Nyangku yang digelar pada bulan suro.</p>
<p>Makam Keramat di Tejakembang Desa Cijeruk, pusara seorang pahlawan yang berasal dari Cianjur keturunan Panjalu Ciamis bernama Raden Haji Alit Prawatasari.</p>
<p>Tradisi budaya lainnya yakni &#8220;Babarit kupat&#8221; (&#8220;sedekah ketupat&#8221;) atau &#8220;babaritan&#8221;. Acara ini merupakan ritual tahunan adat Suku Sunda, dimana ritual atau acara tersebut dilaksanakan setiap tahun jelang awal bulan maulud. Yakni dilaksanakan pada hari, bulan, dan tempat yang sama.</p>
<p>Acara Sidekah Ketupat terbagi dua wilayah, untuk daerah Desa Cijeruk, acara dipusatkan di jembatan Sungai Cibeet. Sedangkan di Desa Kutaagung dilaksanakan di tapak batas desa dan di Desa Panulisan Barat di Sumanding Dusun Pendey.</p>
<p>Acara Sidekah Kupat tersebut merupakan bentuk syukur atas kesejahteraan desa atas kecukupan berupa makanan dan minuman. Selain itu guna memohon agar terbebas dari segala jenis bencana seperti gempa bumi, wabah penyakit, banjir, dan angin topan.</p>
<p>Hampir seluruh warga desa di Kecamatan Dayeuhluhur melaksanakan tradisi ini, dimana warga akan datang berduyun-duyun membawa makanan dalam bentuk ketupat. Kemudian ketupat itu digantungkan ke tiang yang sudah dipersiapkan oleh Kokolot Lembur (sesepuh kampung).</p>
<p>Dalam pelaksanaan ritual tersebut kokolot lembur bertugas memimpin ritual dan berdoa mohon keselamatan dan keberkahan. Doa dan keselamatan tidak hanya untuk semua warga desa setempat tapi juga untuk bangsa ini, negara Indonesia. </p>
<p>Setelah ritual doa selesai, ketupat yang digantungkan itu diambil dan dimakan di tempat bersama-sama. Hal itu seperti halnya lebaran hari raya dimana masyarakat bertemu, penuh guyub rukun, sedang sebagian ketupat lagi dibagikan ke masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/Hutan-Larangan-di-Cibeet-Dayeuhluhur-Cilacap-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Hutan Larangan di Cibeet Dayeuhluhur Cilacap]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/Hutan-Larangan-di-Cibeet-Dayeuhluhur-Cilacap-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Hutan Larangan di Cibeet Dayeuhluhur Cilacap]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Pertunjukan Ronggeng di Dayeuhluhur Cilacap</title>
		<link>https://life.cilacap.info/ci-19097/pertunjukan-ronggeng-di-dayeuhluhur-cilacap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Nov 2019 21:36:46 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://life.cilacap.info/ci-19097/pertunjukan-ronggeng-di-dayeuhluhur-cilacap</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cilacap bersama Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) menggelar pertunjukan kesenian Ronggeng ‘Sri Kecana Wangi Bosih Group’. Adapun pertunjukan dihelat di Pendopo Kecamatan Dayaeuhluhur, Sabtu (1). Acara tersebut dibuka olwh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cilacap, Drs. M. Wijaya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://life.cilacap.info" aria-label="Life Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cilacap bersama Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) menggelar pertunjukan kesenian Ronggeng ‘Sri Kecana Wangi Bosih Group’. Adapun pertunjukan dihelat di Pendopo Kecamatan Dayaeuhluhur, Sabtu (1). Acara tersebut dibuka olwh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cilacap, Drs. M. Wijaya.</p>
<p>Dalam sambutannya Drs. M. Wijaya mengatakan bahwa. Acara tersebut digelar dengan tujuan sebagai sosialisasi dan promosi. Dalam hal ini yaitu atas pencapaian dan keberhasilan pemerintah dalam pembangunan di berbagai sektor.</p>
<p>Masih menurut Wijaya, Kabupaten Cilacap memiliki berbagai kekayaan dan khazanah budaya. Salah satunya yakni seni budaya yang terdapat di Kecamatan Dayeuhluhur. Dimana kecamatan ini memiliki budaya yang khas yaitu memiliki kesenian yang memiliki unsur jawa banyumasan dan pasundan.</p>
<p>&#8220;Sesuai dari arahan Bupati Cilacap Haji Tatto Suwarto Pamuji, kami berupaya menjaga agar patok-patok budaya yang ada di Cilacap jangan sampai tergeser di tengah perkembangan era globalisasi.&#8221; Ucap wijaya.</p>
<p>Masih di acara yang sama, Camat Dayaeuhluhur, Drs. Hari Winarno sangat mengapresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. &#8220;Kami mengucapkan terima kasih kepada Diskominfo Kabupaten Cilacap atas terselenggaranya acara ini. Inilah Dayeuhluhur yang memiliki ciri khas kearifan lokal dalam kesenian dan kebudayaan.&#8221; Kata Hari Winarno.</p>
<p>Dengan itu, maka Camat Dayeuhluhur mengungkapkan perlunya rasa syukur bersama atas terpelihara dan terjaganya adat dan budaya. &#8220;di tengah kemajuan teknologi informasi kita patut untuk bersyukur, pasalnya adat dan kebudayaan masih tetap terjaga.&#8221; Ungkap dia.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Hari juga tak lupa tentang potensi wisata yang ada di dayeuhluhur. &#8220;Di dayeuhluhur ini banyak spot wisata yang masih alami, kami berharap agar adanya spot wisata di sini tetap dijaga kelestariannya. Hal ini agar banyak para wisatawan baik lokal dari luar daerah berkunjung kesini.&#8221; Ucap Heri.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Adat Panjalu Ciamis Melakukan Pengambilan Air Suci</title>
		<link>https://life.cilacap.info/ci-18020/masyarakat-adat-panjalu-ciamis-melakukan-pengambilan-air-suci</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Sep 2019 08:02:05 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://life.cilacap.info/ci-18020/masyarakat-adat-panjalu-ciamis-melakukan-pengambilan-air-suci</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Masyarakat Adat Panjalu Ciamis Melakukan Pengambilan Air Suci di Sungai Cibeet aria Salingsingan Bingkeng sebagai pembersihan pusaka.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://life.cilacap.info" aria-label="Life Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Masyarakat Adat Panjalu Ciamis Melakukan Pengambilan Air Suci di Sungai Cibeet aria Salingsingan Bingkeng sebagai pembersihan pusaka.</p>
<p>Acara yang digelar rutinan dalam satu tahun sekali itu dinamakan Acara &#8220;Nyangu Bersih Pusaka Masyarakat Adat Panjalu Ciamis&#8221;.</p>
<p>Lokasi sungai yang digunakan untuk pengambilan air suci itu adalah Sungai Cibeet Aria Salingsingan Bingkeng Dayeuhluhur Cilacap.</p>
<p>Namun sebenernya masih ada 19 lokasi pengambilan air suci lagi, jadi total 20 air suci yang diambil dari 20 lokasi.</p>
<p>Air suci yang diambil dari tempat atau sungai keramat itu akan digabungkan menjadi satu dalam wadah. Nantinya air tersebut digunakan untuk membersihkan benda pusaka. Mereka juga mengunjungi Gunung Hanum Dayeuhluhur.</p>
<p>Para peserta komunitas adat itu terlihat menggunakan pakaian serba hitam-hitam dan juga udeng-udeng. Tampak kaum wanita juga turut serta dalam agenda tersebut.</p>
<p>Ritual adat yang dilaksanakan dalam 1 tahun sekali itu juga dilakukan untuk acara pada bulan Maulid.</p>
<p>Kalender bulan Maulid dalam islam yakni bertepatan dengan Rabi&#8217;ul Awal. Dalam kalender nasional pada tahun 2019 ini jatuh pada akhir bulan Oktober dan sampai November.</p>
<p>Air tersebut, nanti jika usai digunakan untuk pembersihan pusaka, akan dibagikan untuk menjadi air berkah. Masyarakat di Dayeuhluhur menggelar acara itu karena masih ada darah leluhur Panjalu (Kawali) Ciamis). Khusunya di wilayah dekat sungai Cibeet Aria Salingsingan Bingkeng Dayeuhluhur.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/alam-dayeuhluhur-cilacap-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[alam dayeuhluhur cilacap]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/alam-dayeuhluhur-cilacap-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[alam dayeuhluhur cilacap]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
