<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Tradisi &#8211; Life Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://life.cilacap.info/tag/tradisi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://life.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Jun 2022 13:07:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/life/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Tradisi &#8211; Life Cilacap.info</title>
<link>https://life.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Lifestyle</description>
</image>
	<item>
		<title>Masyarakat Adat Panjalu Ciamis Melakukan Pengambilan Air Suci</title>
		<link>https://life.cilacap.info/ci-18020/masyarakat-adat-panjalu-ciamis-melakukan-pengambilan-air-suci</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Sep 2019 08:02:05 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://life.cilacap.info/ci-18020/masyarakat-adat-panjalu-ciamis-melakukan-pengambilan-air-suci</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Masyarakat Adat Panjalu Ciamis Melakukan Pengambilan Air Suci di Sungai Cibeet aria Salingsingan Bingkeng sebagai pembersihan pusaka.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://life.cilacap.info" aria-label="Life Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Masyarakat Adat Panjalu Ciamis Melakukan Pengambilan Air Suci di Sungai Cibeet aria Salingsingan Bingkeng sebagai pembersihan pusaka.</p>
<p>Acara yang digelar rutinan dalam satu tahun sekali itu dinamakan Acara &#8220;Nyangu Bersih Pusaka Masyarakat Adat Panjalu Ciamis&#8221;.</p>
<p>Lokasi sungai yang digunakan untuk pengambilan air suci itu adalah Sungai Cibeet Aria Salingsingan Bingkeng Dayeuhluhur Cilacap.</p>
<p>Namun sebenernya masih ada 19 lokasi pengambilan air suci lagi, jadi total 20 air suci yang diambil dari 20 lokasi.</p>
<p>Air suci yang diambil dari tempat atau sungai keramat itu akan digabungkan menjadi satu dalam wadah. Nantinya air tersebut digunakan untuk membersihkan benda pusaka. Mereka juga mengunjungi Gunung Hanum Dayeuhluhur.</p>
<p>Para peserta komunitas adat itu terlihat menggunakan pakaian serba hitam-hitam dan juga udeng-udeng. Tampak kaum wanita juga turut serta dalam agenda tersebut.</p>
<p>Ritual adat yang dilaksanakan dalam 1 tahun sekali itu juga dilakukan untuk acara pada bulan Maulid.</p>
<p>Kalender bulan Maulid dalam islam yakni bertepatan dengan Rabi&#8217;ul Awal. Dalam kalender nasional pada tahun 2019 ini jatuh pada akhir bulan Oktober dan sampai November.</p>
<p>Air tersebut, nanti jika usai digunakan untuk pembersihan pusaka, akan dibagikan untuk menjadi air berkah. Masyarakat di Dayeuhluhur menggelar acara itu karena masih ada darah leluhur Panjalu (Kawali) Ciamis). Khusunya di wilayah dekat sungai Cibeet Aria Salingsingan Bingkeng Dayeuhluhur.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/alam-dayeuhluhur-cilacap.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="393">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[alam dayeuhluhur cilacap]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/alam-dayeuhluhur-cilacap-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[alam dayeuhluhur cilacap]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Sedekah Laut Berubah Nama tapi Prosesi Sama</title>
		<link>https://life.cilacap.info/ci-17205/sedekah-laut-berubah-nama-tapi-prosesi-sama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jurnalisme Warga]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Aug 2019 05:44:56 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://life.cilacap.info/ci-17205/sedekah-laut-berubah-nama-tapi-prosesi-sama</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Prosesi adat tahunan masyarakat di pesisir pantai Cilacap yang sering disebut Sedekah Laut akan diganti. Hal itu di karenakan pada tahun 2018 kemarin terjadi kontroversi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://life.cilacap.info" aria-label="Life Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Prosesi adat tahunan masyarakat di pesisir pantai Cilacap yang sering disebut Sedekah Laut akan diganti. Hal itu di karenakan pada tahun 2018 kemarin terjadi kontroversi.</p>
<p>Diketahui, pada tahun 2018 kemarin, media sosial terutama facebook dibanjari sebuah status yang menyatakan bahwa Sedekah Laut Sesat. Status tersebut Bahkan dibagikan oleh ribuan orang.</p>
<p>Status yang diunggah tersebut, disadur dari website islam yang memang tidak menyukai adat dan budaya.</p>
<p>Usai viral nya status tersebut, spanduk dan larangan sedekah laut bertebaran di jalan-jalan Cilacap. Sehingga dari Pemkab mengganti nama dari Tradisi Tahunan masyarakat pesisir Cilacap di Bulan Suro.</p>
<p>Kegiatan yang pada tahun-tahun sebelumnya Berpusat di Pendopo Kabupaten Cilacap, kali ini akan berpindah dan bertempat di Eks Batalyon Cilacap.</p>
<p>Meski berpindah tempat dan berganti nama menjadi &#8216;acara festival nelayan&#8217;, namun prosesi tidak ada yang berubah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Gempa dan Kemunculan Ubur-ubur di perairan Selatan Jawa dan DIY</title>
		<link>https://life.cilacap.info/ci-13922/gempa-dan-kemunculan-ubur-ubur-di-perairan-selatan-jawa-dan-diy</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jun 2019 12:09:26 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://life.cilacap.info/ci-13922/gempa-dan-kemunculan-ubur-ubur-di-perairan-selatan-jawa-dan-diy</guid>

					<description><![CDATA[Masyarakat jawa masih kental dengan hal yang masih bersifat wingit. Adanya fenemona Alam yang terjadi dari gempa dan gelombang tinggi dikaitkan dengan kemunculan Ubur-Ubur (Jawa, red! Krawe).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Masyarakat jawa masih kental dengan hal yang masih bersifat wingit. Adanya fenemona Alam yang terjadi dari gempa dan gelombang tinggi dikaitkan dengan kemunculan Ubur-Ubur (Jawa, red! Krawe).</p>
<p>Diketahui, sejak H+1 Lebaran Idul Fitri Pantai di Cilacap, Kebuman dan Jogja digegerkan dengan kemunculan Ubur-ubur. Bahkan dari para wisatawan yang berlibur ke pantai dan mandi di pinggiran (pesisir) laut, korban berjatuhan akibat tersengat Krawe atau Ubur-ubur</p>
<p>Namun bukannya hendak membantah yang berkaitan dengan apa yang dipercaya oleh masyarakat bahwa kemunculan hewan yang seperti gel itu pertanda bencana. Justru hal ini adalah keunikan.</p>
<p>Indonesia sendiri adalah negara yang punya historis kebudayaan dan tradisi. Bagaimana seorang bisa menyikapi hal ini dengan bijak, tidak menyirikan apalagi menyesatkan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
